Minggu, 04 Agustus 2013

Kisah Nyata: Mayat Membaca Al Quran di Dalam Kubur

mayat baca Al Quran

Perlu untuk diketahui bahwa kisah mayat yang membaca Al-Qur'an di dalam kubur ini merupakan benar-benar sebuah kisah nyata yang terjadi di pekuburan Haji di Arab Saudi. 

Awalnya kisah aneh ini diceritakan oleh pelajar-pelajar yang menimba Ilmu di Arab Saudi dan kemudian dibenarkan oleh Ustaz Halim Naser yaitu seorang peneliti Muslim. 

Kisah ini terjadi di Ma’la….tempat pemakaman para jemaah haji yang meninggal dunia di Mekah. Setiap jamaah haji yang meninggal pasti akan dimakamkan disini dan setiap delapan bulan makam makam tadi akan di gali kembali untuk para jamaah Haji yang meninggal. 

Jadi pada suatu hari ada sebuah makam yang digali kembali untuk memakamkan salah satu jenazah jamaah Haji yang meninggal dunia. 

Namun anehnya pada saat lubang kubur ini digali lagi apa yang terjadi orang-orang penggali kubur tadi terkejut dan meloncat dari dalam lubang kubur. Nah, apakah kamu tahu apa yang membuat penggali kubur tadi meloncat, ternyata ia melihat ada sebuah mayat yang sedang membaca Al-Qur'an didalam kubur tersebut. 

Sehingga orang yang ada disekitar makam pun penasaran dan memastikan kondisi mayat tadi. Ternyata setelah dilihat mereka menyaksikan ada mayat sedang bersila dan mayat tersebut sedang membaca Al-Qur'an. 

Selanjutnya, ayat Al-Qur'an yang terbuka adalah Surah Yasin. Satu lagi yang aneh adalah mayat tersebut tidak hancur dan kain kapan yang membalutinya juga tetap utuh. 

Saat itu yang tidak ada hanyalah kapas yang diletakkan di antara mayat dengan kain kapan --kain ehram--. Setelah diselidiki siapa mayat yang di dalam kubur yang membaca Al-Qur'an ini ternyata ia adalah orang kulit hitam yang bekerja membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. 

Dan pada saat perkerjaannya sudah selesai yaitu membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam. Biasanya ia akan duduk di satu sudut Baitullah dan membaca Surah Yasin. 

Adapun kejadian aneh ini merupakan bukti kebesaran Allah kepada siapa saja yang mengabdikan dirinya untuk berbakti ke jalan Allah…
oleh Ustaz Halim Naser seorang peneliti Muslim.

Jumat, 02 Agustus 2013

Daftar TV Nasional pemegang Hak Siar Liga Top Eropa 2013/2014

Daftar TV Nasional pemegang Hak Siar Liga Top Eropa 2013/2014 

Liga-Liga Top Eropa Musim 2013/2014 belumlah di mulai namun persaingan dalam menjadi hak siar dari beberapa Liga top Eropa sudahlah terjadi. Karena dengan menyiarkan Liga-Liga Top Eropa tersebut juga bisa mendongkrak Rating TV tersebut. Untuk musim depan Liga Inggris tidak akan disiarkan lagi oleh Global TV dan MNCTV. Karena Hak siarnya telah berubah menjadi milik TV yang ada Di daftar.

Berikut Daftar Lengkapnya.

Daftar TV Nasional pemegang Hak siar Liga Eropa 2013/2014

BPL (Barclays Premier League)
1. SCTV (2 Laga/Pekan)
2. Indosiar (2 Laga/Pekan)
3. Orange TV (Full match,10 Laga/Pekan)
4. Big TV (Full match,10 Laga/Pekan)
5. Firs TV (Full match,10 Laga/Pekan)
6. Nexmedia (Full match,10 Laga/Pekan)

La Liga
1. Trans TV (4 Laga/Pekan)
2. Trans 7 (2 Laga/Pekan)

Serie A
1. TVRI (4-6 Laga/Pekan)

Bundesliga
1. Indosiar (4 Laga/Pekan)

Europa League
1. SCTV (Full Match)

FA Cup
1. Trans TV (Full Match)

Copa Del Rey
1. RCTI (Full match)

Senin, 08 Juli 2013

Bersama Selamanya

beach-boy-dress-girl-hands-hold-Favim.com-55110 

Aku seorang perencana. Itu tugas dan naluriku. Kamu, navigator andal paling manis yang siaga menyadarkan bahwa semesta tak melulu sesuai dugaan.

Aku menganggap diri ‘the man with the plan’, terlalu pemikir. Tapi kamu selalu mengingatkanku semuanya lebih indah mengalir.
Menunggu yang tidak pasti itu melelahkan. Tapi menghadapi dunia yang tidak menentu, denganmu aku ingin terkejut bersama.
Aku terlalu takut kehilangan. Namun kamu meyakinkan, bahwa yang bersama kita saat ini adalah yang dianugerahkan.

Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan.
Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini. Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena masih bersamaku sampai kini.

Katamu, masa depan tak pernah pasti. Tapi yang pasti aku hanya ingin memastikanmu menjadi masa depanku. Itu pasti.

Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa mencinta itu berarti juga mengingatkan. Tetaplah saling menggenggam tangan. Dan sekali lagi, mari kita terkejut berdua, menghadapi dunia yang tidak menentu akhirnya… sampai kita bersama selamanya.

Selasa, 18 Juni 2013

Bagaimana Jika...

 


Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.

Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.

Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.

Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.

Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.

Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.

Bagaimana jika…

Senin, 17 Juni 2013

Melangkah Seperi Jarum Detik

 


“Tolong beri aku waktu! Beri aku kesempatan.”

Kadang kita tak hentinya meminta waktu, meminta kesempatan lagi kepada orang lain, kepada semesta, bahkan kepada Tuhan. Sebuah kesalahan yang sudah kamu lakukan, jika itu diperbuat tanpa ada unsur kesengajaan, hanya mengikuti kata hati, dan itu salah, maka kamu pasti ingin memperbaikinya sepenuh hati.

Namun apa daya? Waktu itu sudah dirancang Tuhan dan dieksekusi semesta berputar searah jarum jam, atau perputaran jarum jam itu sendiri yang mengikuti arah berjalannya waktu. Entahlah, yang pasti waktu terus berjalan, ke depan. Kata “seandainya” takkan pernah habis terlintas dalam benak seseorang yang sudah melakukan kesalahan, tanpa ia sengaja. Kata tersebut sepertinya bergandengan dengan benda nista bernama penyesalan.

Tak sepenuhnya nista. Dalam sebuah penyesalan, meskipun selalu datang terlambat, justru keterlambatan itu yang membuat kita harus lebih berhati-hati. Kamu mungkin bisa memutar jarum jam ke arah yang sebaliknya, tetapi kamu tak akan pernah bisa memutar waktu kembali. Semuanya tak akan pernah sama lagi.

Jika kamu bersungguh memperbaiki kesalahan, maka hal paling masuk akal setelah melewati semua fase “denial” dengan segala “seandainya” dan penyesalan adalah tetap melangkah ke depan, menjadikan yang di belakang sebagai pelajaran. Seperti jarum detik yang terus berjalan, perlahan mengajak jarum menit dan jam maju, melewati semua.

Karena tak ada yang bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu selain perbuatanmu kini, dan di masa depan nanti. Untuk memulainya, kamu sendirilah yang harus memberi waktu untuk dirimu sendiri.”

Aku Yakin Hati Itu Akan Runtuh Juga

 
 
 Mengapa kamu begitu keras?

Kamu begitu tak tergoyahkan. Menyelami dinding solid yang menampang di hatimu seperti melubangi sebuah batu dengan bermodalkan tetesan air. Namun dengan kesabaran, aku yakin suatu saat nanti hatimu akan runtuh juga.

Kamu bilang, jangan terlalu berharap. Saran yang baik, meski aku tidak terlalu suka itu. Aku hanya berusaha keras, sekeras hati kamu. Aku yakin, usaha sekeras apa pun tak akan cukup tanpa bantuan harapan dan keyakinan pelakunya.

Jangan remehkan cinta ini, sayang. Jangan siakan sabar ini. Dan ketika suatu saat nanti hatimu sudah berhasil kulubangi, cintaku akan menelusup bersatu bersama membran hatimu yang keras. Aku hanya ingin cinta kita menjadi cinta yang keras, tak tergoyahkan tetesan godaan mana pun.

Minggu, 16 Juni 2013

Menunggu yang Pasti Bisa Lebih Menyakitkan

berpisah 

Apa yang lebih pahit dari menunggu yang tidak pasti? Adalah menunggu yang pasti, tetapi sudah jelas akan terasa menyakitkan.

Seperti sebuah cinta yang sedang kita jalani. Antara aku dan kamu, yang berbeda dari berbagai sisi. Perbedaan demi perbedaan tidak teratasi, bukan hanya dari dalam tapi juga dari luar diri, semuanya bergumul menjadi emosi.

Ada yang aneh dari hubungan ini. Aku dan kamu tahu ini hanya sementara, ini akan segera berakhir. Akan tetapi, kita tetap memaksakan keadaan. Kita jalani ini seada-adanya.

Aku sudah tahu apa akhir dari hubungan ini, begitu pun kamu. Tapi kita berdua seakan seperti Frodo dan Sam menentang dunia, berdua menyusuri jalan yang mustahil menuju Mordor. Mereka berdua berhasil. Namun kenyataan bukanlah Medieval. Kita bukanlah Hobbit.

Waktu itu -waktu yang tidak kita tunggu tapi tetap akan datang itu- selalu menghantui. Aku hanya ingin menghabiskan detik demi detik sebuah penantian menuju perpisahan, dengan membuatmu tertawa bahagia. Namun semakin aku melihat gelak tawa itu, semakin ditancap hati ini rasanya dengan sebilah sembilu.

Semakin aku menunggu waktu itu, semakin sakit hati ini aku siapkan. Mempersiapkan singgasana bagi nyeri yang kelak tak kunjung usai. Kepedihan yang akan berlangsung selamanya. Seumur hidup ini.

Aku Hanya Ingin Mencintai, Bukan Melukai

 

Mencinta adalah mengambil risiko tak dicintai kembali. Mencintai tanpa harus memiliki? Aku rasa hanya ada dalam dongeng. Setiap cinta, sedikit atau banyak, akan meminta kembali, meskipun hanya berupa senyuman bahwa dia cukup bahagia disajikan cinta walaupun tak punya cinta untuk membalas.

Mencintai diam-diam adalah sebuah keharusan menyiapkan diri mendapat balasan cinta diam-diam pula, atau penolakan diam-diam juga.

Semua orang hanya ingin mencintai dan dicintai. Namun mana yang harus didahulukan? Mencintai atau dicintai. Beberapa orang mencintai dan berharap dicintai, beberapa lainnya hanya akan mencintai jika ia dicintai terlebih dahulu. Ada persamaan hasil antara kedua hal tersebut, luka.

Pengharapan selalu berbanding lurus dengan kemungkinan kekecewaan yang didapat. Semakin kamu berharap, maka semakin besar kemungkinan kamu akan kecewa.

Mencinta seperti menggenggam seekor burung. Jika kamu menggenggamnya terlalu erat, maka akan mati. Namun jika menggenggamnya terlalu longgar, dia akan pergi. Jika kamu melakukan salah satu dari kedua hal tersebut, tetap hasil akhirnya adalah luka. Di hatimu, atau hatinya.

Pilih mana? Aku selalu benci pilihan, tapi lebih benci lagi jika tidak punya pilihan sama sekali. Ada kalanya ketika kamu hanya ingin mencintai, kamu hanya berakhir dengan melukai.

Aku lebih baik dilukai, karena ketika kamu dilukai kamu selalu punya objek untuk disalahkan, dimaki-maki. Apa bedanya dengan melukai? Melukai orang lain, apalagi orang yang kamu sayang, hanya menyisakan dirimu sendiri untuk disalahkan. Selamanya, kamu hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

 “Kamu hanya bisa melihat dirimu hancur di depan bayanganmu sendiri.“

Kamis, 23 Mei 2013

Joe Taslim Selipkan Bahasa Indonesia di "Fast & Furious 6"


Joe Taslim akhirnya menjadi satu lagi aktor Indonesia yang mengecap rasa terlibat di film Hollywood, yakni Fast and Furious 6. Berperan sebagai karakter bernama Jah, Joe mengaku sangat puas dengan filmnya dan mendapat pengalaman menyenangkan bersama bintang dan kru Hollywood, bahkan sempat mengucapkan dialog dalam bahasa Indonesia dalam film Fast and Furious 6 ini.
"Dapat peran di sini saya ikut audisi. Karena keterlibatan saya di film lokal yang bagus seperti The Raid itu, Hollywood melihat kita dan membuka kesempatan. Bukan saya ke Amrik atau apa," kata Joe ditemui dalam pemutaran perdana film Fast & Furious 6 di Epicentrum XXI, Jakarta, Jum`at (17/5).

Joe mengakui sebelum audisi pun ia sudah menerapkan disiplin untuk terus latihan mempersiapkan fisik, mental, dan staminanya. "Jadi pas datang udah ready. Kalo nggak masuk ya nggak apa-apa, coba lagi," ujarnya.

Bagaimana pendapat Joe setelah menyaksikan hasil finalnya dalam pemutaran di Jakarta itu? "Seneng banget, bagi saya sih bangus banget. Filmnya keren dan orang senang nontonnya, nggak sia-sia kerja keras," kata pemain film The Raid: Redemption tersebut.

Joe mengakui ia cukup terkejut, karena hampir semua adegan dirinya yang diambil saat syuting masuk ke dalam film yang akan tayang di Amerika Serikat tanggal 24 Mei tersebut. "Saya kira banyak adegan yang dipotong, tapi ternyata nggak. Dan nggak ada resiko (adegan berbahaya –-Red.) karena Hollywood safety banget," jelas aktor yang pernah berlatih pencak silat dan judo ini.

Jika menonton Fast & Furious 6 jangan lupa menyimak satu adegan dimana Joe mengucapkan sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia. "Karena sutradaranya terbuka dan karakternya Jadi bisa tiga sampai empat bahasa, jadi saya minta bahasa Indonesia dan diperbolehkan. Kapan lagi? Jarang-jarang sutradara ngasi kebebasan," jelas Joe, yang mengaku telah menjadi penggemar waralaba The Fast & The Furious sejak film pertamanya.

Joe kebagian adegan bersama dengan hampir semua karakter dalam film Fast & Furious 6, dari Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson, hingga Sung Kang. "Seru, like Dom said, mereka kayak keluarga. Saat syuting mereka humble, nggak ada rasa mana yang lebih ngetop, yang jadi Roman itu memang ngejoke terus. Vin Diesel is the leader," tutur Joe,yang mengaku paling akrab dengan Sung Kang selama syuting film tersebut.

Selasa, 23 April 2013

Ini Internet Tergesit di Muka Bumi

internet-speedometer

Saat ini Google Fiber yang beroperasi di Kansas City, Amerika Serikat, tercatat sebagai salah satu jaringan internet paling gesit di dunia dengan bandwidth 1 Gbps. 

Tapi, rekor itu baru dipecahkan oleh sebuah provider internet asal Jepang bernama So-net yang tidak lain merupakan cabang perusahaan raksasa elektronik Sony. Saat ini So-net baru saja menawarkan layanan internet fiber optic bernama “Nuro” untuk penduduk kota Tokyo, Jepang.

Tidak tanggung-tanggung, So-net memiliki kecepatan 2 Gbps atau dua kali lipat badnwidth milik Google Fiber. Pihak So-net mengklaim koneksi internet ini adalah yang tercepat di dunia.
Nuro menggunakan jaringan Gigabit-capable Passive Optical Network (GPON) Jepang yang kabarnya sanggup mencapai kecepatan downstream 2,488 Gbps.

Biasanya internet cepat identik dengan harga mahal. Namun hal itu tidak berlaku buat So-net karena perusahaan ini cuma mematok biaya bulanan senilai 50 dollar AS atau sekitar Rp 490.000. Biaya tersebut  lebih rendah 20 dolar jika dibanding dengan layanan Google.

Meski begitu, seperti dilaporkan oleh Tech Spot, ada biaya instalasi sebesar 540 dollar AS yang harus dibayar sebelum pelanggan So-net bisa menikmati kecepatan koneksi luar biasa tersebut.

Kemungkinan biaya tersebut diperlukan untuk memasang kabel fiber optic menuju rumah pelanggan yang belum tercakup oleh jaringan So-net. Sebaliknya, pelanggan Google Fiber tidak perlu menanggung biaya ini karena sudah ditanggung oleh Google.

So-net pun mensyaratkan sistem kontrak selama dua tahun, dua kali lebih lama dari kontrak satu tahun yang disyaratkan Google.

Tokyo sendiri adalah tempat yang cocok untuk membangun koneksi internet berbasis fiber. Di sini, sekitar 25 persen rumah tangga telah menggunakan koneksi internet kabel serat kaca itu.