Aku seorang perencana. Itu tugas dan naluriku. Kamu, navigator andal
paling manis yang siaga menyadarkan bahwa semesta tak melulu sesuai
dugaan.
Aku menganggap diri ‘the man with the plan’, terlalu pemikir. Tapi kamu selalu mengingatkanku semuanya lebih indah mengalir.
Menunggu yang tidak pasti itu melelahkan. Tapi menghadapi dunia yang tidak menentu, denganmu aku ingin terkejut bersama.
Aku terlalu takut kehilangan. Namun...